SEPUTAR DUNIA PENDIDIKAN

MENEBAR ILMU BERBAGI PENGALAMAN

“Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya” (Al-hadist)

Cari Artikel disini !

ARTIKEL – BLOG – BERITA

LINK Lembaga Pendidikan

Kemdikbud RI

https://www.kemdikbud.go.id/

Psmk.Kemdikbud RI

http://psmk.kemdikbud.go.id

Kesharlindungdikmen

https://kesharlindungdikmen.id/

Dinas Pendidikan Prov. Jatim

http://dindik.jatimprov.go.id/

Psma.kemdikbud RI

https://psma.kemdikbud.go.id

Ilmu ibarat mutiara, perlu dicari !

Jangan tunda, segera !

Istiqomah dalam menebar ilmu, membuat hati makan percaya akan fadhilah ilmu

Belajarlah sepanjang hayat

Bukan sebuah kebetulan kita hidup tapi ada tujuannya

Hiiduplah untuk yang maha hidup

YUK IKUT UJIAN !

UJIAN ONLINE

kLIK materi pelajaran disini !

 SMA – SMK  & SOAL ULANGAN

v

Pejuang pendidikan

ORANG – ORANG HEBAT PEMBUKA JALAN PENDIDIKAN

Tokoh ini sangat identik dengan pendidikan di Indonesia.  Dia dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional.Hari lahirnya diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Ajarannya pun dipakai oleh Departemen Pendidikan RI sebagai jargon, yaitu tut wuri handayani, ing madya mangun karsa, ing ngarsa sung tulada (di belakang memberi dorongan, di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa, di depan memberi teladan).

Ki Hajar Dewantara dilahirkan di Yogyakarta (2 Mei 1889) dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Semasa kecilnya, RM Soewardi Soeryaningrat sekolah di ELS (SD Belanda). Kemudian, ia melanjutkan ke STOVIA (sekolah dokter bumiputra), namun tidak tamat. Setelah itu, dia bekerja sebagai wartawan di SedyotomoMidden JavaDe ExpressOetoesan HindiaKaoem MoedaTjahaja Timoer, dan Poesara. Tulisan-tulisannya sangat tajam dan patriotik sehingga membangkitkan semangat antipenjajahan.

Selain menjadi wartawan, RM Soerwardi Soeryaningrat juga aktif di organisasi sosial dan politik. Tahun 1908 ia aktif di seksi propaganda Boedi Oetomo. Kemudian, bersama Douwes Dekker dan dr. Cipto Mangoenkoesoemo, ia mendirikan Indische Partij (25 Desember 1912) yang bertujuan mencapai Indonesia merdeka. Namun partai ini ditolak oleh pemerintah Belanda.

Ki Hajar Dewantara

Kiai Hasyim Asy’ari Lahir di Pondok Nggedang, Jombang, Jawa Timur, 10 April 1875 (24 Dzulkaidah 1287 H).  Meninggal pada tanggal 25 Juli 1947.  Ayah dan Ibunya bernama Kiai Asy’ari dan Halimah.  Pendidikan yang ditempuhnya adalah: Pesantren Gedang, Pesantren Keras,  selatan Jombang, Pesantren Siwalan Panji, Sidoarjo, Pesantren Wonokoyo (Probolinggo), Pesantren Langitan (Tuban), dan Pesantren Trenggilis (Semarang).

Karier yang pernah dijalani adalah sebagai Pendiri Pesantren Tebuireng (1899), salah satu Pendiri Nahdhatul Ulama, 31 Januari 1926), dan Tokoh Pembaharuan Pesantren.

Adapun penghargaan yang diterimanya antara lain: Pahlawan Kemerdekaan Nasional (SK Pesiden RI No. 294 Tahun 1964 tanggal 17 November 1964).

 

Kiai Hasyim Asy’ari

H. Ahmad Dahlan dilahirkan di Kauman, Yogyakarta pada tahun 1868 dengan nama kecil Muhammad Darwis. Beliau adalah putra keempat dari tujuh bersaudara pasangan KH. Abu Bakar (seorang ulam dan khatib terkemuka mesjid besar Kesultanan Yogyakarta dan Nyai Abu Bakar (putri dari H. Ibrahim yang menjabat sebagai penghulu kesultanan juga. Dalam silsilah, disebutkan bahwa beliau masih keturunan yang kedua belas dari Maulana Malik Ibrahim.

Sebagai seorang anak ulama, KH. Ahmad Dahlan yang memiliki nama kecil Muhammad Darwis sudah belajar agama dan bahasa Arab kepada sang ayah. Setelah belajar agama di kampungnya, beliau melanjutkan sekolah ke Mekah setelah sang xayah menyuruh menunaikan rukun Islam kelima tahun 1883.

Saat berangkat ke Mekah untuk menuaikan haji, Muhammad Darwis masih berumur 15 tahun. Beliau sempat bermukim di Mekah selama lima tahun untuk memperdalam ilmu agama seperti qira’at, tauhid, tafsir, fikih, ilmu mantiq dan ilmu falak. Setelah kembali dari Mekah pada tahun 1902, beliau berganti nama  menjadi Haji Ahmad Dahlan.

Satu tahun kemudian, beliau berkesempatan untuk memperdalam ilmu agama lagi di Mekah.Dari sini, beliau banyak belajar mengenal pemikiran para pembaharu Islam. Antara lain Ibnu Taimiyah, Jamaluddin al-Afghani, Muhammad Abduh, dan Muhammad Rasyid Ridha.

KH Ahmad Dahlan